Pemutakhiran Data Pemilu

May 12, 2009 by

Sudah 1 bulan lebih pemilu legislatif berlalu dengan meninggalkan permasalah-permasahannya. Banyak kita lihat di media-media, berita tentang protes, tuntut, kritik dan lain-lain. Dan yang berbicara itu pun tidak main-main; para penggede partai, LSM dll.


Mulai dari proses pra-pemilunya, pencontrengannya, proses perhitungan suara, hasil perhitungan dan daftar pemilih tetap (DPT). Semuanya kebagian untuk dijadikan materi protes tuntut dan kritik.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah akar dari semua ini. Jika DPT disusun dengan benar, maka selanjutnya adalah mudah, menurut saya. Kenapa mudah?? Lihat saja saat perhitungan suara; disana ada saksi-saksi dari partai dan LSM sehingga memperkecil kemungkinan perbuatan curang. Mengirimnya pun dikawal oleh Polisi; proses perhitungan di kecamatan, juga di awasi. Sampai ditingkat KPU, pun diawasi. Jadi, mudah kan??

Justru penyusunan DPT ini lah yang perlu perhatian besar. Contoh; pada saat rangkaian pilpres 2004, pilgub dan pilbup sebelum ini, saya ikut terdaftar dalam DPT. Tetapi kenapa kok pada saat Pilgub 2008 lalu, saya tidak terdaftar?? Lucunya, pileg 9 April 2009 lalu, saya mendapatkan 2 undangan dari TPS yg berbeda meskipun masih satu desa. Dan masih banyak contoh kasus lainnya yang belum terekspos. Lalu muncul pertanyaan; Siapa yang mengawasi penyusunan DPT?? siapa yang ikut andil dalam penyusunan DPT? siapa yang bertanggung jawab??

Harusnya, dari kasus-kasus pemilu tahun sebelumnya, dapat dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman untuk diperbaiki saat pemilu yang akan datang. Dan harusnya lagi, KPU itu turun langsung ke tingkat yang paling rendah, yaitu RT, untuk menyusun DPT. Karena selama ini RT tidak pernah diajak serta dalam penyusunan tersebut, baik sosialisasi ataupun undangan khusus untuk itu. Memang ada surat edaran dari kelurahan untuk mengumpulkan data warganya. Tetapi itupun waktunya sudah sangat mepet sekali. Kalau waktunya mepet, bagaimana mau mendapatkan data yang valid??

Setelah pileg 9 April lalu, KPU dengan gencar mensosialisasikan, baik melalui SMS, televisi, koran (?) dll, bahwa bagi warga yang belum terdaftar dalam pileg lalu, agar segera menghubungi RT/RW atau kelurahan setempat (didaftarkan ulang) untuk didaftarkan dalam pilpres Juli 2009. Ini adalah, mungkin, salah satu program KPU dalam rangka pemutakhiran data pemilu.

Tetapi lagi-lagi, RT/RW tidak pernah diajak untuk ikut serta. Hanya disebut-sebut saja dalam iklan KPU, tetapi setelah itu, kalau warga sudah datang ke RT/RW, lalu pak RTnya harus kemana?? data apa yang harus disertakan oleh warga?? ke kelurahan pun, tidak ada surat edaran yang menyatakan itu.

Dan lagi-lagi, kalau waktunya sudah mepet, RT/RW baru dihubungi. Seperti beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 5 Mei malam, salah satu pengurus RT yang juga anggota KPPS diundang ke kelurahan. Dalam pertemuan tersebut dibahas masalah pemutakhiran data (yang iklannya itu sudah bergulir di publik sejak pertengahan april). Dan harus sudah terkumpul tanggal 9 Mei!! Jadi RT/RW punya waktu efektif cuma tanggal 7 dan 8, karena tanggal 6 Mei harus mengumpulkan perangkat RT untuk membahas masalah tersebut sekaligus membuat konsep surat edaran dan tanggal 7 pagi surat edaran baru diedarkan. Jadi, paling cepat, masing-masing RT akan mendapatkan data baru dari warga pada sore harinya.

Kapan yah, bapak-bapak di KPU mau belajar?? bukannya saya mau cari muka karena mentang-mentang jadi ketua RT (lah, emang bisa apa ketua RT??), tetapi mungkin perlu diketahui, jika ada masalah-masalah yang berhubungan dengan warga, pak RT lah yang pertama kali di jujug oleh warga, termasuk amukan, *maaf* pisuhan, olokan dll. Gak dapet kompor gas; pak RT disalahin, gak dapet BLT; pak RT diomelin, gak terdaftar di pemilu; pak RT disumpahin. Padahal jadi RT itu kerja sosial…gak ada gajinya. Bahkan Rugi Terus…

Lucunya lagi (maaf, saya anggap ini lucu), setelah pembahasan PPDP (pemutakhiran data pemilu), masih ada pertanyaan yang mengganjal di pikiran saya, dan belum bisa dijawab oleh ketua KPPS. Karena waktunya mepet, akhirnya saya berinisiatif mengunjungi website KPU dan KPUD Jatim dengan harapan, saya akan segera mendapatkan jawaban. Pertanyaannya adalah Jika ada warga yang berdomisili di lingkungan saya tetapi tidak ber-KTP / bukan penduduk RT/RW dimana dia tinggal, apakah cukup dengan mengisi formulir Surat Pernyataan Pemilih Dari Tempat Lain (formulir didapat dari
PPS tingkat kelurahan)
tanpa harus membawa surat keterangan dari PPS asal bahwa nama orang tersebut sudah dicabut dari DPT asal??. Ini saya tanyakan, karena jika warga harus mengurus surat keterangan dari daerah asal, dapat dipastikan warga tersebut malas mengurusnya dan jika itu terjadi, maka bisa dipastikan dia tidak akan ikut pemilu. Tetapi jika jawabannya boleh, maka berpotensi tercatat di 2 DPT/DPS.

Lalu saya mulai mencari informasi pengaduan/contact atau apalah di website KPU dan KPUD Jatim, dan saya mendapatkan alamat email dari pengurus KPU/KPUD. Akhirnya saya pun berkirim email, mulai dari ketua KPU pusat sampai ke anggota KPUD Jatim. Dan sampai detik-detik terakhir, hanya satu yang menjawab email saya, yaitu Bpk Didik Prasetiyono, mantan anggota KPUD Jatim yang sudah tidak menjabat sejak september 2008 lalu dan beliau tidak dapat menjawab karena bukan kapasitasnya lagi. Lainnya?? tidak ada…. Berikut alamat-alamat yang saya kirimi email : hafiz_anshary [at] kpu.go.id, mbak_yanti [at] kpu.go.id, endang_trie [at] kpu.go.id, igp_artha [at] kpu.go.id, nur_bahar [at] kpu.go.id, abdoel_baru [at] kpu.go.id, wahyudi [at] kpujatim.go.id, nabil [at] kpujatim.go.id, didikprasetiyono [at] kpujatim.go.id, budiman [at] kpujatim.go.id, redaktur [at] kpu.go.id

Akhirnya timbul pertanyaan; dengan anggaran TI KPU yang ‘sedemikian besar’ (menurut saya), kok susah amat ya, diajak berkomunikasi murah dengan fasilitas yang ada? atau email saya masuk bulk email mereka karena dianggap SPAM??

Ah gak tau deh…yang penting saya sudah berusaha untuk tidak menghilangkan hak pilih warga saya.

Sukses Pilpres 2009!!

Related Posts

Share This

1 Comment

  1. santoso azis

    jangan-jangan anggota kpu nya gak bs pakai email pak???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *