PILKADA JATIM ’08 : Elegi Coblosan

Jul 24, 2008 by

*hmmm…dari mana saya mulai ceritanya…*. Tanggal 23 juli 2008 kemarin, warga diseluruh propinsi Jawa Timur melaksanakan pemilihan secara langsung gubernur dan wakil gubernur propinsi Jawa Timur yang akan datang. Di perumahan saya, TPS 09 Desa Sumorame Kecamatan Candi, Sidoarjo, suasana tidak ubahnya seperti libur biasa. Tidak ada ramai-ramai warga yang berbondong-bondong pergi ke TPS bersamaan. Kecuali di sekitar TPS, tentunya.

Yang menarik adalah, dari 556 (lima ratus lima puluh enam) yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap, hanya 235 (dua ratus tiga puluh lima) orang saja yang menggunakan hak pilihnya!! Ironisnya, dari 556 Daftar Pemilih Tetap, tidak terdapat nama saya dan istri saya??!!!


Berikut rinciannya :

Jumlah Pemilih Yang Terdaftar Dalam Daftar Pemilih Tetap : 556 orang.
Jumlah Pemilih Yang Menggunakan Hak Pilihnya : 235 orang
Jumlah Pemilih Yang Terdaftar Tetapi Tidak Menggunakan Hak Pilihnya : 321 orang

Kertas Surat Suara Diterima : 570 lembar
Kertas Surat Suara Terpakai : 235 lembar
Kertas Surat Suara Tidak Terpakai : 335 lembar

Surat Suara Sah : 217 lembar
Surat Suara Tidak Sah : 18 lembar

Calon Gubernur/Wakil Gubernur Pasangan 1 : 62 Suara
Calon Gubernar/Wakil Gubernur Pasangan 2 : 18 Suara
Calon Gubernar/Wakil Gubernur Pasangan 3 : 55 Suara
Calon Gubernar/Wakil Gubernur Pasangan 4 : 11 Suara
Calon Gubernar/Wakil Gubernur Pasangan 5 : 71 Suara

Lho? kok saya tahu secara detail?? lah wong saya ikutan jadi panitia PPS.

Dari proses pencoblosan di tempat saya, ada beberapa catatan yang dapat saya ambil :
1. Kurangnya koordinasi antara *saya tidak tahu, siapa yg berwenang memberikan arahan kepada KPPS di TPS* dengan KPPS. Sebagai contoh, ada salah satu warga, yang saya tahu dia seorang mahasiswa dan kritis sekali, menanyakan kenapa dia tidak mendapatkan surat pemberitahuan dan kartu pemilih, sedangkan semua anggota keluarganya dapat menggunakan hak pilihnya. Tetapi karena kami di TPS belum paham benar tatacaranya, ketua KPPS akhirnya menjawab, karena namanya tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap. Tetapi salah satu anggota PPS berusaha mencari nama calon pemilih tersebut dan akhirnya ketemu, lantas calon pemilih tersebut dipanggil untuk dapat melakukan pencoblosan (saya baru baca pengumuman di websitenya KPUD Jatim).

2. Keabsahan Data Pemilih yang didapat oleh KPUD JATIM. Ini saya alami sendiri. Pada pemilu presiden dan pilkada Bupati Sidoarjo yang lalu, saya terdaftar dan sukses menggunakan hak pilih saya (baca : TIDAK GOLPUT). Tetapi kenapa pada pilgub ini, saya tidak terdaftar?? Siapa yang berhak mencabut Hak Pilih saya?? apakah mereka su’udzon, menyangka bahwa saya akan GOLPUT??. Ada lagi, orang yang sudah meninggal (ini warga saya, satu RT), bahkan mendapatkan kartu pemilih. Anak kecil umur 3 tahun, dapat kartu pemilih. Jika ini terjadi, kepada siapa kami akan protess??

3. Kemudahan bagi pemilih yang *katanya, bisa hanya dengan menunjukan KTP* tidak mempunyai kartu pemilih, bagaimana prosedurnya??? nyatanya, pada pengumuman ini, hanya berlaku untuk calon pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap.

4. Buku Daftar Pemilih Tetap tidak beraturan. Urutan tidak berdasarkan NIK, Nama ataupun Alamat. Buku ini semacam buku absensi, jika ada calon pemilih yang hadir dan telah menunaikan tugasnya di kotak pilih, maka PPS akan menuliskan kata ‘hadir’ pada buku tersebut. Masalahnya, daftar buku tersebut tidak mengacu pada urutan (sorting) apapun!! Bisa dibayangkan betapa repotnya anggota PPS.

Jika perolehan suara putaran pertama tidak mencukupi dan pemilu memasuki putaran ke-2, dan saya serta warga lain di seantero Jatim tidak/belum mendapatkan hak pilihnya padahal saya dan mereka berhak memilih, maka saya akan protes!! Saya tidak mau jadi panitia PPS!!! *lah, gak ngaruh bagi siapa pun…heheheh, siapa gue??!!*

Semoga kinerja KPU dan KPUD semakin membaik…Amin!!

Related Posts

Share This

1 Comment

  1. boy's

    BIASANYA YANG SALAH DARI PENDATAAN SEHARUSNYA KELURAHAN TURUN LANGSUNG KE RW DAN RT SETEMPAT JANGAN BERPATOKAN DARI PEMILU TAHUN KEMARIN BIAR GASALAH KAPRA
    PERLU DIPERBARUI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *