Penipuan Berkedok Pembeli Rumah
Penipuan berkedok SMS berhadiah, sudah sering terjadi. Banyak sudah korbannya tersiar di media, baik cetak maupun elektronik, bahkan sudah banyak komplotan yang tertangkap oleh polisi. Dan saya sudah sangat tahu tentang hal itu, bahkan jika ada motif yang lain, saya pasti akan berhati-hati. Beberapa kali, saya mendapatkan SMS macam ini, dan sekali ditelpon langsung oleh sang Penipu. Namun saya tidak pernah menanggapinya. Tetapi, bagaimana jika hal itu terjadi pada saudara terdekat kita?? Pasti sungguh sangat kesal!!!
Baru-baru ini, mertua saya hendak menjual rumahnya di Malang dan mengiklankannya di salah satu media cetak di Surabaya. Selang beberapa hari, ada calon pembeli pertama yang menghubungi beliau. Setelah itu, antara mertua saya dengan calon pembeli tersebut terjadi saling komunikasi menggunakan SMS. Tidak sampai satu hari dan tanpa melihat kondisi rumah, sang calon pembeli langsung setuju dengan harga yang ditawarkan dan akan mengirimkan sejumlah uang sebagai tanda jadi melalui transfer antar rekening.
Selang cerita, sang calon pembeli menghubungi mertua saya dan mengatakan kalau sejumlah dana yang dijanjikan tadi sudah ditransfer, dan meminta agar mertua saya segera mengecek ke ATM. Karena perasaan gembira rumahnya segera laku, maka mertua saya segera melakukan pengecekan ke ATM terdekat. Sesampainya di ATM, dan setelah di cek, saldo yang tampak pada ATM tidak bertambah. Mertua saya segera menelpon si calon pembeli. Dia mengatakan bahwa sudah melakukan transfer, tetapi ketika dicek kembali, tetap saja…saldo yang tampak di layar ATM tidak berubah. Sampai-sampai mertua saya menelpon ke istri saya untuk minta konfirmasi, bahwa yang ditekan pada tombol2 ATM adalah benar. Lalu segera lah ditelpon kembali sang calon pembeli. Dia tetap mengatakan kalau sudah ditransfer. Akhirnya, sang calon pembeli mengatakan akan segera menghubungi call centre bank yang dipakai untuk menghubungi mertua saya dan memandunya. Tetapi dari cerita mertua saya, pergantian pembicaraan antara calon pembeli dengan call centre seakan-akan di oper begitu saja.
Walhasil, mertua saya dibuat bingung dalam mengoperasikan tombol-tombol di ATM, sampai-sampai beliau tidak sadar kalau sudah melakukan transfer ke sebuah rekening dan menyisakan sejumlah nominal yang sangat kecil di rekeningnya.
Ada beberapa kejanggalan dari cerita diatas :
1. Begitu cepatnya mendapatkan calon pembeli rumah.
2. Hanya melakukan sekali penawaran, sudah langsung setuju. Nilai nominal yang ditawarkan adalah sangat tinggi dan melebihi ekspektasi.
3. Tanpa melihat kondisi rumah.
4. Dapat mengalihkan pembicaraan ke call centre sebuah bank.
Semoga cerita ini menjadi pengalaman buat yang baca.
Belum ada komentar. Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!.
Tuliskan komentar Anda
