Ternyata Bapak Itu…

Jun 26, 2007 by

Semalem, waktu pulang dari kantor, ada kejadian yang menggelitik perasaan. Seorang pengendara sepeda motor yang berada di depan saya, tepatnya agak ke kiri sedikit dari posisi saya, memberikan tanda lampu sein kiri, tetapi posisinya berada pada jalur kanan, dimana pada jalur tersebut, hanya untuk belok ke kanan. Di sebelah kanan agak ke depan dari Bapak tersebut (pas didepan saya), ada pengendara lain yang berboncengan, sepertinya mereka berdua adalah pasangan kekasih. Saya perhatikan, kepala si Bapak tersebut sebentar-sebentar melirik ke kanan bawah, ke arah punggung pengendara yang berada disebelah kanannya.

Awalnya, saya tidak memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Bapak tersebut. Tetapi saat saya memperhatikan ke arah mana perhatian si Bapak, saya tersenyum dalam hati…”Yah…si Bapak, yang kayak begituan aja dibela2in…


Ternyata wanita yang duduk dibelakang mengenakan baju minim sekali, sehingga saat dia berada pada posisi duduk, bajunya ‘banyak’ terangkat ke atas. Sedangkan celana jeans yang dipakainya agak sedikit terbuka, menyisakan celah yang dapat menguak sedikit apa isi dibalik celana jeansnya. Ooo…ternyata ke arah situlah si Bapak memandang….

Hebatnya lagi, saat lampu mulai hijau, ternyata (lagi) si Bapak mengambil jalan lurus, bukan berbelok ke kanan seperti pengendara lainnya yang berhenti di lajur kanan. Haduh!! sebegitu hebatnya kah daya tarik ‘celah’ tersebut, sehingga membuat si Bapak itu rela menyita waktunya hanya untuk sekedar….mengintip?? Meskipun itu di jalan raya sekalipun??

Saya membayangkan, saat lampu hijau dan si Bapak tersebut langsung lurus, meskipun dia berapa di jalur kanan yang khusus untuk berbelok kekanan, tiba-tiba ada pengendara lain dari jalur tengah yang juga mau berbelok ke kanan, dan brak!!! kecelakaan…

Lalu saya juga membayangkan, apa jadinya jika wanita tersebut sedang jalan sendirian dengan mengenakan baju seperti itu di jalan yang tidak ramai orang?? Apakah tidak akan ‘menarik’ perhatian orang (baca: cowok iseng)??

Saya jadi inget pesan Bang Napi ; “Kejahatan bukan hanya ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan…“. Kurang lebih seperti itu. Mungkin si Bapak gak ada niatan untuk mengintip, tetapi begitu dia melihat ada ‘celah’ tersebut dan ada kesempatan, maka mengintiplah si Bapak.

Related Posts

Tags

Share This

1 Comment

  1. Untung si Bapak selamat dan nggak ketabrak kontainer…
    Itu artinya, Tuhan tetap melindungi siapa pun, bahkan ketika seseorang sedang punya pikiran kotor hahaha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *