HotSpot di MCA

May 8, 2007 by

Saya memandangi panel rack berwarna hitam yang terletak di pojokan kamar. Rack panel tersebut sudah berada di situ sejak beberapa bulan lalu. Isinya?? bisa ditebak…sederetan komputer dan sebuah monitor 17″ untuk consolenya. Kabel-kabel tertata rapi dan apik. Hub, UPS dan komputer-komputer tertata dengan rapihnya. Istri saya memang mewanti-wanti sejak pertama kali pemasangan panel tersebut dikamar tidur kita, kalau saja merusak pemandangan, maka tidak ampun lagi…panel tersebut, atau dia yang akan keluar dari kamar itu. Urgh!!! suatu pilihan yang sangat berat buat saya!! Ditambah lagi, mengutamakan dia atau komputer?!! Arrgghhh!! pilihan yang berat juga!! Bagai makan buah simalakalma. Tapi syukurlah, saya dapat meyakinkan dia bahwa saya akan merawat dan menjaga dia seperti halnya saya menjaga dan merawat panel tersebut. Upss!! maksud saya, mengutamakan istri saya dan keluarga, baru kemudian panel itu.

Selain panel dan sederetan komputer berserta kroni-kroninya, saya juga berlangganan koneksi internet dedicated, karena selain tuntutan profesi, saya juga senang berinternet ria. Bahkan, salah satu alasan kenapa Istri saya dapat mentolerir keberadaan panel tersebut, karena dia juga senang akan adanya koneksi internet dirumah, selain membantu pekerjaan kantor juga bisa mencari resep-resep makanan yang gratis. Ah, dasar ibu-ibu!

Saya juga membagikan koneksi internet tersebut ke beberapa tetangga disekitar rumah. Awalnya sih hanya tetangga kiri dan kanan. Tetapi belakangan, banyak yang meminta kepada saya untuk diberi akses internet. Urgh!! memangnya gampang narik kabel?? trus, kabelnya siapa yang bayarin?? trus apa port dirumah saya masih cukup?? bujret dah nih orang-orang!! dikasih koneksi gratis, ngelunjak!! Tapi, dasarnya saya gak tega’an dan gampang sekali di’kompori’ terlebih kalau mereka bertanya-tanya tentang teknologi informasi…wah, rasa kemanusiaan saya langsung naik. “Pasang sekarang tah??” tantang saya…

Akhirnya, hampir satu blok dirumah saya, dapet koneksi internet gratis!!! yah, gak apalah…itung-itung beramal sekaligus menginternetkan masyarakat dan memasyarakatkan internet, hahahaha.

Beberapa minggu yang lalu, saya memasang alat tanpa kabel untuk menyebarkan koneksi jaringan dirumah dengan lingkungan sekitar. Alat tersebut menggunakan teknologi WiFi. Meskipun radiusnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 100-an meter, namun lumayan lah. Sejak saat itu, setiap sore atau malam hari, saya sering berinternet ria di pinggir kali depan rumah. Biasanya, yang suka nongkrong di pinggir kali depan rumah itu, orang yang sedang memancing atau sekedar nongkrong, karena kebetulan saya membangun semacam rumah panggung tanpa dinding dipinggir kali depan rumah saya. Yah, meskipun ukurannya hanya 2x3m dengan atap rumbai, lumayan bisa menampung 5-8 orang. Tapi sekarang saya bisa nongkrong sambil browsing!! Bahkan beberapa tetangga saya, juga suka ikutan browsing!

Rupanya, khabar adanya hotspot disekitar rumah saya itu beredar ke seantero perumahan tempat tinggal saya. Awalnya hanya satu-dua orang, dengan mengendarai sepeda motor dan menjinjing tas warna hitam yang saya tau itu adalah tas notebook, berhenti didepan rumah dan tanpa sungkan-sungkan membuka notebooknya dan sesaat kemudian, asyik dengan kegiatannya. Lalu saya menyapanya. Ketika orang tersebut bilang numpang browsing, saya sedikit kaget…walah!!! Tapi yah apa mo dikata…akhirnya saya malah ikutan nongkrong. Saya memang tidak membatasi akses ke wifi, sehingga dengan setting standard, orang sudah bisa terkoneksi ke jaringan.

Selang dua hari, orang tersebut datang lagi. Kali ini mengendarai mobil serta membawa 3 orang temannya dan satu tas plastik besar makanan dan minuman!! walah!!! kok??!! Tapi, lagi-lagi saya tidak bisa berbuat banyak. Dan pada akhirnya, saya pun ikutan nongkrong dan ngobrol ngalor ngidul dengan mereka. Sebenarnya, saya juga ikutan senang. Paling tidak, apa yang saya sharing ini, bisa bermanfaat buat orang lain.

Beberapa hari belakangan ini, hampir setiap sore sampai malam hari, bahkan ada yang sampai menjelang pagi, banyak yang memanfaatkan hotspot gratis ditempat saya. Bahkan beberapa diantaranya anak-anak sekolah yang masih berseragam. Ketika saya tanya, apa yang sedang dicari, mereka menjawab sedang mencari bahan untuk tugas sekolah mereka. Saya hanya tersenyum. Perlu diketahui, saya juga memasang firewall untuk membatasi alamat-alamat website yang harus diblok. Jadi, saya tidak khawatir ketika ada anak sekolah atau siapapun yang ingin mengakses situs-situs yang memang saya blok, seperti situs porno, judi dan lain-lain. Hmmm…

Saya mulai merasakan perut saya keroncongan. Memang sepulang dari kantor sore tadi, saya langsung masuk kamar dan rebahan ditempat tidur sebentar, sehingga tidak sempat makan malam. Sekejap kemudian, saya menuju kamar mandi, membasuh muka saya dan segera meyantap makanan kesukaan saya, apalagi kalau bukan sambel goreng petai??!! Haha…nikmat sekali makan malam hari ini!!! Usai makan nanti, saya akan melanjutkan mimpi saya…ahhh…indahnya….

Related Posts

Tags

Share This

5 Comments

  1. Memang ada lho pak. PDA dengan bahan karet dan metal, Keluaran T-Mobile (O2-nya Eropa). saya pernah liat dulu di websitenya ๐Ÿ˜€

    nek wujud asline.. ra tau. cuma ngimpi thok ๐Ÿ˜€

  2. sa

    di posting yg bawah, akhirnya ada ‘ahhh…’
    eh yg di sini ada lagi.
    dikenapakan toh? apa gara2 hotspot?? spotnya terlalu hot? ๐Ÿ˜€

  3. Jaf

    Jianc.. eh maksud saya ya ampuuunnnn…. Udah baca serius-serius….

    Tak sumpahi supaya mimpi sampeyan jadi nyata, baru rasa..! hehehe

  4. bambank

    iku mimpi disiang bolong apa beneran seh pak….? klo cuma mimpi…. ya aku do’a in semoga mimpi2 indah bapak dapat terwujud dan bermanfaan bagi orang banyak. bravo rambut_kribo@com. ha…ha…ha…ha…ha…

  5. boleh numpang download naruto kak priwul?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *