Demo Buruh : Siapa yang dirugikan??

Feb 24, 2006 by

Kemarin, ribuan pekerja dari PT Maspion berdemonstrasi menuntut management PT Maspion untuk segera memberlakukan keputusan Gubernur Jawa Timur mengenai Upah Minimun Kota/Kabupaten (UMK) yang sudah direvisi, karena dari yang saya dengar melalui berita-berita, PT. Maspion belum memberlakukan hal tersebut. Alasan kenapa PT. Maspion belum memberlakukannya, saya tidak tahu pasti. Saya berharap, semoga permasalahan ini cepat terselesaikan dan baik untuk semua pihak.

Lalu, apa hubungannya demo pekerja-pekerja ini dengan saya?? Saya adalah salah satu dari ribuan orang yang terkena dampak dari demo ini. Karena demo ini, kemarin saya tidak bisa ngantor, demikian pula dengan istri saya. Sudah kebayang, potongan gaji yang akan saya terima bulan depan… :((


Saat melakukan demo, sepertinya para pekerja tersebut memblokade jalan yang menuju masuk dan keluar dari Surabaya, tepatnya di bilangan Aloha. Sehingga, praktis, semua kendaraan, bahkan sampai kendaraan roda dua pun, tidak dapat lewat. Dan praktis pula, banyak pengguna jalan yang tidak bisa melakukan kegiatannya, termasuk saya dan istri.

Potongan gaji yang akan saya dapatkan, dibandingkan dengan perjuangan mereka untuk mendapatkan pendapatan yang layak, mungkin tidak seberapa. Apalagi dengan naiknya harga BBM dan mengekor kepada harga-harga kebutuhan lain, bahkan cenderung harga-harga kebutuhan menjadi kepala ketimbang ekor, rasanya pantas untuk mereka melakukan demonstrasi guna menggolkan tuntutannya.

Namun, tanpa disadari, apa yang mereka lakukan (dengan memblokade jalan sehingga membuat macet) justru merugikan banyak orang. Sempat saya melihat seorang ibu-ibu dengan motor 2 tak keluaran lama dan di jok belakangnya terdapat 2 karung plastik besar hampir menyentuh tanah, berisi krupuk-krupuk, yang sepertinya harus dia kirim ke suatu tempat, hari itu. Dengan situasi macet seperti itu, si Ibu tampak pasrah dan memutar kembali sepeda motornya untuk kembali, kemana saya tidak tahu. Yang pasti, hari itu akan berkurang pendapatan si Ibu, karena krupuk-krupuknya tidak terkirim.

Lalu, ada sopir-sopir angkot, dengan mimik wajah yang kelelahan dan tidak tahu harus lewat jalan mana, untuk menembus blokade dan mengantarkan penumpangnya ke tujuannya masing-masing. Pun pasrah akan kehilangan pendapatannya hari itu.

Belum lagi, banyak dari pengendara sepeda motor yang memarkir kendaraannya dipinggir jalan, sambil menghisap rokok, menunggu macet reda. Pun pasrah, mereka tidak dapat mencapai tujuannya sesuai dengan jadwal.

Lalu, siapa yang dirugikan?? apakah pekerja-pekerja tersebut karena tidak dibayar sesuai dengan keputusan Gubernur?? atau para pengguna jalan yang terjebak macet??

Saya pun tidak tahu…

Related Posts

Tags

Share This

1 Comment

  1. goz

    iya emang susah hidup di jaman demo, sitik2 demo, sitik2 demo, demone ra intelek pisan, duh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *