Standarisasi

Dec 17, 2005 by

“I just wanna feel real love
feel the home that I leaving…
coz I’ve got too much life…
running thru my vein…
goin to waste…”

Tiba-tiba, seberkas sinar terang menutup pandangan saya!!! Sekonyong-konyong…Brakkk…buk…Kraaaakkk!!!. Sejurus kemudian, saya sudah tergelak tak berdaya.


Seperti biasa, sore itu saya sedang berjibaku dengan traffic jalanan kota Surabaya. Dan, seperti biasanya pula, saya selalu mendendangkan lagu untuk menghilangkan rasa sumpek dan penat dengan keadaan jalan. Namun, tidak seperti biasanya, karena sore ini saya pulang agak telat, sehingga kondisi dijalanan sudah super macet, ditambah matahari yang sudah menenggelamkan dirinya dan meninabobokan matanya, sehingga sinarnya tak tampak lagi.

Seperti biasanya pula, saya harus mencari celah-celah yang kosong diantara mobil dan motor, yang dapat dilewati oleh motor shogun hijau keluaran 97 akhir. Terkadang, berhenti mendadak menghindari terjadinya sentuhan-sentuhan kasar, sudah biasa dan bahkan sering terjadi.

Tiba-tiba, seberkas sinar terang menutup pandangan saya!!! Sekonyong-konyong…Brakkk…buk…Kraaaakkk!!!. Sejurus kemudian, saya sudah tergeletak tak berdaya. Saya mencoba berdiri menguasai diri dan melihat sekiling saya. Shogun kesayangan terkapar tanpa bisa berbuat apa-apa, tak jauh dari saya. Dibelakangnya sebuah sepeda motor keluaran terbaru juga ikut terkapar. Sang pengendara tertindih oleh tunggangannya.
Ah semoga tidak terjadi apa-apa dengannya…” guman saya dalam hati.
Setelah meyakinkan bahwa tidak ada yang cedera pada diri saya, saya hampiri orang tersebut, beberapa pengendara lainnya ikut berhenti dan menolong saya serta lawan-tabrak saya.

Sepeminuman teh kemudian…kita sudah berada di pos polisi tak jauh dari tempat terjadinya tabrakan…

Kenapa?? ternyata, lawan-tabrak saya tersebut tiba-tiba memotong jalan saya dan langsung menginjak rem secara mendadak! Lalu, kenapa saya tidak bisa menghindarinya?? Yah…karena saya terkejut, ditambah lagi cahaya lampu rem belakangnya yang tidak seperti biasanya!! berwarna putih terang, seperti lampu neon! dan menutupi pandangan saya sehingga menjadi kabur!. Sebenarnya, kejadian seperti ini sudah sering terjadi, dan saya selalu dapat menghindarinya, meskipun berhenti tepat dibelakangnya secara mendadak dengan suara ban berdecit-decit. Dan itu karena lampu rem belakangnya berwarna Merah!!

Lalu, kenapa dengan kejadian yg ini? Yah, karena lampu lawan-tabrak saya tersebut berwarna putih terang dan membuat mata saya silau! sehingga saya tidak bisa mengontrol shogun saya. Lampu rem itu tidak seperti biasanya. atau tidak standar?? kenapa lampu rem motor lain berwarna merah?? apakah sudah seperti itu (warna terang) dari pabrikannya?? atau si mpunya hanya menambahkan/merubahnya??

Seringkali kita melihat mobil atau motor, yang merubah warna lampu-lampu di kendaraannya. Lampu Sein menjadi merah atau kuning, lampu rem menjadi kuning, dan lain sebagainya. Padahal, pewarnaan lampu untuk kendaraan dan lampu jalan pada umumnya, itu sudah ada sejak dahulu kala. Dan kita, saya terutama, sudah terbiasa dengan hal tersebut. Jika lampu Merah, maka saya harus berhenti, jika lampu kuning, maka saya harus hati-hati, jika lampu hijau, maka saya boleh jalan. Jika lampu kuning sebelah kiri kendaraan nyala dan berkedip-kedip, maka kendaran tersebut akan belok ke kiri dan sebagai pemberitahuan kepada kendaraan di depan (berlawanan) dan dibelakangnya. It’s clear enough!

Saya tidak tahu, apakah pewarnaan tersebut diatur dalam undang-undang jalan raya atau tidak, tetapi bagi saya, itu sudah berlangsung lama dan saya tidak boleh merubahnya. Apalagi sudah dipakai/dianut secara internasional. Itu (sepertinya) sudah menjadi standar internasional. Bahkan para pabrikan kendaraan bermotor pun, tidak merubah warna lampu dari kendaraan-kendaraan yang diproduksinya, mulai dari model yang lama sampai yang terbaru.

Apakah mereka (yang suka merubah warna lampu kendaraannya) sadar, bahwa mereka dapat membahayakan orang lain??

…dan akhirnya, saya pun harus mengganti kerusakannya…
apapun alasannya, yang nabrak tetep salah…

Nama dan peristiwa dari seluruh atau sebagian cerita diatas adalah fiktif belaka.

Related Posts

Tags

Share This

2 Comments

  1. Nama dan peristiwa dari seluruh atau sebagian cerita diatas adalah fiktif belaka.

    halah hahaha… tak kiro tenanan

  2. Masih berpoligami? huahahahaha…… hayo jangan disensor loh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *